Mendengkur yang berat dan waktu tidur yang terganggu bisa jadi bukan sekadar kebiasaan, melainkan gejala sleep apnea. Sleep apnea bisa berakar pada obstruksi saluran napas atas — area yang menjadi domain dokter THT. Dokter THT dapat menilai struktur hidung, langit-langit, uvula, dan memperbaiki kelainan anatomi jika ditemukan penyebabnya.
Jika sleep apnea dibiarkan, dampaknya bisa serius: risiko tekanan darah tinggi, gangguan jantung, atau kelelahan kronis di siang hari meningkat. Tindakan dari dokter THT bisa berupa pembedahan (seperti uvulopalatopharyngoplasty), pemasangan alat bantu jalan napas, atau terapi kombinasi lainnya agar tidur menjadi lebih aman dan napas kembali normal.
Selain itu, bagi pasien dengan apnea ringan, dokter THT juga akan mengevaluasi penggunaan alat bantu seperti CPAP atau oral appliance agar sesuai dengan kondisi anatomi dan kenyamanan. Dengan pendekatan yang tepat, pasien bisa mendapatkan tidur berkualitas dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.